08 Agustus 2014

Another way to "KIND"


Banyak dari kita yang berusaha menjadi orang baik dengan cara melakukan hal yang baik buat orang lain maupun buat diri kita sendiri, dan tidak sedikit dari banyak orang tersebut berusaha sekuat tenaga untuk membuat orang lain bahagia dengan caranya masing-masing.
Banyak cara yang digunakan untuk membuat orang lain bahagia, dan biasanya cara-cara yang dilakukan semuanya dengan modus yang kurang lebih sama. Modus-modus tersebut biasanya berujung pada USAHA dari "orang baik"/kita untuk melayani orang lain, dan orang lain tersebut dilarang untuk BERUSAHA untuk kita. Atau dengan kata lain, klo kita mau membantu atau memberi kepada orang lain, kita yang harus berusaha dan berkorban untuk orang lain tersebut. Bisa dengan cara kita memberikan hadiah, atau kita melayani, atau juga dengan cara kita mengalah untuk orang lain, atau banyak cara lainnya untuk berbaik hati.



Tetapi pernahkah kita berpikir satu cara berbeda membahagiakan orang lain, cara yang saya pikirkan secara tidak sengaja. Kejadian yang membuat saya berpikir ulang tentang devinisi membahagiakan orang lain pada saat beberapa waktu lalu saya kehilangan motor kesayangan saya, ya motor yang saya hasilkan dari jerih payah dari kerja saya HILANG! bencinya setengah mati untuk orang yang kurang kerjaan tsb! tapi bukan itu yang saya ingin ceritakan, tapi kejadian setelah itu. Ya, tentu banyak orang terdekat saya yang berusaha membantu saya, baik dengan cara memberi semangat atau pun yang lain. Dan tentu saja orang tua saya, mereka berusaha dengan sekuat tenaga untuk membujuk saya, iya membujuk saya untuk menerima uang tabungannya untuk sekedar menambahi untuk membeli motor baru. Saya sebagai anak yang baik dan berbakti kepada orang tua tentu menolak dengan halus bantuan orang tua saya, karena saya pikir saya masih punya cukup uang untuk membeli motor baru, walau memang saya tidak berencana untuk membeli motor baru karena saya masih ada motor butut lama saya, dan juga uang yang akan diberikan kepada saya tersebut saya tau benar itu adalah uang tabungan orang tua saya. Tentu saya tau uang itu ditabung untuk kebutuhan orang tua saya nantinya.


Saya berpikir apa yang saya lakukan tersebut adalah benar adanya, dan saya berpikir saya sudah berbakti kepada orang tua saya.
And You Know What!! ternyata beberapa waktu lalu saya baru tau dari istri saya kalau orang tua saya ternyata kecewa dengan apa yang saya lakukan tersebut. Pertanyaan saya, kenapa mereka kecewa, padahal apa yang saya lakukan saya yakin banyak anak-anak diluar sana yang akan melakukan hal yang sama kalau ada diposisi saya.

Tetapi kemudian saya mencoba berpikir dan melihat dari sisi mereka, sisi orang tua saya.

Akhirnya saya menemukan ide tentang pemikiran berbuat baik kepada orang, tidak selalu kita yang "berkorban", tetapi kadang ketika kita mengijinkan orang lain "berkorban" kepada kita justru saat itu kita berbuat baik kepada orang tersebut.

Dan memang, ketika saya mendengar cerita dari istri saya bahwa orang tua saya sedikit kecewa kepada saya, saya mengerti posisi mereka, dan saya juga tersadar ketika saya berkorban untuk orang lain, saya merasa FULLFILLL... iya, merasa BAHAGIA ketika saya berkorban untuk orang yang saya kasihi!

Sama juga ketika saya kadang melihat istri saya pulang kerja kelihatan lelah, dengan isengnya saya memintanya untuk memijit saya :) Suami yang tidak bertanggung jawab! pikir saya,. Tetapi saya ingin membuktikan ide pemikiran saya diatas. Dan ternyata, memang benar, ketika dia selesai memijit saya, saya melihat kepuasan terpancar dari wajah lelahnya..

Tetapi tetap, ketika orang berkorban untuk kita, kita HARUS menunjukan rasa terima kasih kepada mereka, berikan apresiasi yang pas untuk pengorbanan mereka. Tidak harus selalu membalas kebaikan mereka dengan sesuatu yang besar, tetapi kadang hanya dengan senyuman kecil, ucapan terima kasih, atau tepukan di punggung sepertinya sudah cukup untuk membalas kebaikan mereka.

"Membiarkan orang berkorban untuk kita, kadang sama juga dengan kita membantu mereka Berbahagia."
ds.

2 komentar:

Ike Widyawati mengatakan...

Supeeerrr, Deon...!!
:)

max mengatakan...

wah baru ngerti kenapa daku selalu bahagia setiap melakukan pengorbanan luar biasa buat dirimu yahhh ....

hahahaha.
keren banget "let me do something great for you ... and i'll thank you for that"